Dangdut Bukan Musik kampungan

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.

Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.

Pantat Ayam

Dengan kerinduan yang mendalam puisi ini aku tuliskan

Dengan pena kasih sayang puisi ini aku torehkan

Dengan hasrat yang tak tertahankan puisi ini aku ciptakan

Dengan suasana hati kalut puisi ini aku persembahkan

Karena engkau begitu menggairahkan

Karena engkau begitu mempesonakan

Karena engkau begitu dasyat punya godaan

Karena engkau begitu menggemaskan

Pantat ayam kapan kita bisa menjalin hubungan

Pantat ayam kapan kita bisa bermesraan

Pantat ayam kapan kita bisa berduaan

Pantat ayam kapan kita bisa bertemu di meja makan

Fogging: Mengusir Nyamuk atau Mengusir Manusia

Pagi-pagi sudah dihebohkan oleh asap tebal, orang-orang lari keluar rumah “menyelamatkan diri” bukan karena kebakaran atau meledaknya pangkalan bensin milik tetangga, tapi karena Fogging! Sebenarnya sangat menyebalkan, tetapi mau gimana lagi demi mendukung upaya pemerintah dalam membasmi nyamuk, atau tepatnya nyamuk demam berdarah, atau kalau bahasa kerennya nyamuk Aedes aegypti. Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya. Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, A. aegypti merupakan pembawa utama (primary vector) dan bersama Aedes albopictus menciptakan siklus persebaran dengue di desa dan kota (id.wikipedia.org)

Fogging adalah program Dinas Kesehatan sebagai upaya untuk mencegah wabah demam berdarah. Namun apakah memang benar-benar efektif mengingat setelah fogging, nyamuk masih tetap bererbangan. Bukan nyamuk yang kabur malah manusianya yang kabur karena tidak tahan asap yang begitu pekat. Sebenarnya untuk mencegah nyamuk demam berdarah cukup dengan 3D (dilihat diraba dan diterawang). Lho?

Bangun Tidur, Tidur Lagi: Makan Sahur Tak Dikunyah

Pagi ini ada sedikit yang berbeda dalam makan sahur, yaitu makan nasi tanpa aq kunyah! Gimana mau dikunyah, jam sudah menunjukkan 04.17 WIB, itu artinya sudah imsyak dan waktu subuh tinggal sepuluh menit lagi, dan makanan baru aja aku beli. Ya udah langsung embat aja kayak orang gak pernah makan, yang penting asal masuk mulut. Sebenarnya jam 3.30 udah ada yang bangunin dan aku udah bangun cuman karena masih ngantuk jadi tidur lagi, bangun sudah jam 04.05 WIB, terus langsung ke kamar mandi (pasti tahulah mau ngapain) terus beli makan sampai jam 04.17 WIB mepet banget. Tetapi sebenarnya waktu imsyak bukan batas akhir waktu sahur kan, karena batas akhir waktu sahur yang sebenarnya adalah waktu subuh atau sampai terdengar suara adzan. Imsyak hanyalah peringatan untuk bersiap-siap atau berhenti makan, tetapi bukan berarti sudah tidak boleh makan. Benar begitu?

Semester Sembilan

Setelah registrasi di bank kelar, setelah input kartu rencana studi juga kelar, tapi skripsi belum kelar, akhirnya dengan resmi aku menjadi semester sembilan :lol: dan cukup sampai semester sembilan ajalah aku kuliah. Hohoho. Tapi ada alasan ilmiah kenapa bisa sampai semester sembilan padahal dulu janji sama ortu cuma sampai semester delapan, bukan karena bodoh (masa’ orang seperti aku bodoh? gak mungkinlah wkwkwk), bukan karena tidak pernah masuk kuliah (aku kan anak rajin liat aja tuh foto aku yang semangat demo! hohoho) dan alasan yang ilmiah itu adalah karena aku sudah memegang komitmen untuk bergabung dengan tim webometrics kampus (banyak alasan, bilang aja males). Webometrics memang bukan menjadi beban buat aku, malah nambah pengalaman, dan nambah keuangan, hehehe.. tapi ya mau gimana lagi, susah banget yang namanya membagi waktu. ada yang punya trik membagi waktu? Hohoho sekian dan terima kasih.

Veteran Indonesia: Pejuang Kemerdekaan Belum Merdeka

Kemerdekaan Rebuplik Indonesia tampaknya bukan kemerdekaan untuk semua orang, tidak semua orang menikmati kemerdekaan. Bagi mereka yang menjadi korban ketidak adilan oleh para penyembah kekuasaan, bagi mereka yang menjadi korban tabung gas 3 KG, bagi mereka yang rumahnya tenggelam oleh lumpur biadab, bagi mereka yang digusur, bagi mereka yang tidak sanggup memenuhi persyaratan sebagai makhluk hidup (makan), dan bagi mereka yang merasa dikhianati oleh bangsa sendiri, karena perjuangan yang telah mempertaruhkan nyawanya merasa bukan apa-apa lagi di negeri ini,. Apalah arti kemerdekaan bagi mereka?

Nonton berita mengenai nasib para Veteran Indonesia kok rasanya pengen marah-marah sendiri, pengen banting-banting apa gitu, karena ini bulan puasa, engak jadi marah, mending luapin kemarahan dengan ngeblog. Lihat aja gambar di samping (hasil googling) ironis banget, para Veteran dulu berjuang untuk bangsa sekarang berjuang untuk diri-sendiri. Ada yang enggak punya rumah, ada yang enggak bisa makan, macem-macemlah, miris liatnya. Yang bener-bener berjuang untuk negara itu ya para Veteran itu, bukan para anggota dewan yang tidur kalau sidang, bukan yang mangkir waktu rapat, bikin emosi aja.

Di Indonesia sendiri Veteran terbagi menjadi dua kategori yaitu Veteran Pejuang Kemerdekaan bagi yang bertempur dalam Perang Kemerdekaan dari tahun 1945 sampai 1949 dan Veteran Pembela Kemerdekaan bagi yang pernah bertempur selama Trikora dan Dwikora, juga yang di Timor Timur dari tahun 1975 sampai 1976. Mari hargai para veteran!

Jawa Suriname: Bukan Wong Jawa Sing Ilang Jawane

Siang tadi setelah registrasi di BNI (karena skripsi belum kelar akhirnya registrasi lagi) seperti biasa mampir ke warung burjo untuk sarapan dan baca koran KR edisi Senin 9 Agustus 2010, di halaman pertama aku tertarik kolom yang membahas mengenai peringatan 120 tahun imigrasi Jawa Suriname. Cerita mengenai mengapa orang Jawa banyak di Suriname aku dapatkan dulu waktu masih SD (tahun 90an) dan kata Ibu Guru  mereka menggunakan bahasa jawa dalam ngobrol sehari-hari. Saat ini bangsa Jawa di Suriname memiliki populasi 20 persen dari republik berpenduduk setengah jutaan jiwa. mengapa mereka ada di Suriname karena dahulu kompeni mempekerjakan mereka menjadi kuli. Selama 120 tahun di Suriname, mereka terus mempertahankan tradisi dan kebudayaan Jawa, dan dari situlah aku mulai sadar kalau aku kalah dengan orang jawa di Suriname dalam hal mempertahankan kebudayaan lokal. Sekarang ini banyak “wong jawa sing ilang jawane” artinya banyak orang jawa yang tidak lagi peduli terhadap kebudayaan jawa.

Mulai sekarang (kalau sempat hehehe) aku mau belajar tentang jawa lagi seperti waktu SD dulu. Enggak usah pakai bahasa inggris deh! Belajar bahasa inggris harus, tapi jangan sampai mengalahkan belejar bahasa daerah ataupun bahasa Indonesia. Pakailah bahasa daerah jika berbicara dengan sesama orang daerah, berbicaralah dengan bahasa Indonesia jika ada orang bukan dari daerah dan tidak mengerti bahasa daerah, berbicaralah bahasa inggris dan pakailah istilah-istilah inggris hanya dengan orang asing yang tidak mengerti bahasa Indonesia atau daerah! (hahaha sok-sokan banget aku).

Kena Denda Perpustakaan

Peraturan dibuat untuk dilanggar. Lama tidak meminjam buku di Perpustakaan, sekali pinjam eh malah kena denda, denda karena buku yang aku pinjam habis masa pinjamnya. Bukan karena sengaja tidak mengembalikan tapi karena lupa kalau pernah pinjam buku, maklum banyak kegiatan jadi gak sempat baca buku.Tanggal 12 juni 2010 yang lalu, aku mengembalikan 4 buku perpustakaan yang aku pinjam, ternyata sudah telat 46 hari, jadi kalau dihitung dendanya Rp41.400,- rumus hitungannya adalah:

@buku telat: Rp300,-/hari, Buku pnjaman: 4 buah, waktu telat: 46 hari

Denda (Rp) = jumlah denda 1 buku/hari x jumlah buku pinjaman x jangka waktu peminjaman

Denda (Rp) = 300 x 4 x 46 = Rp41.400

Duh.. duh.. duh.. bisa beli bukunya tuh..

Upgrade Manual WordPress

Karena gagal upgrade dengan plugin WordPress Automatic Upgrade maka aku coba upgrade secara manual. Sebenarnya inti dalam proses upgrade ini adalah dengan overwrite semua folder dan file yang ada di direktori; /public_html atau /htdocs  KECUALI folder; wp-content. Kalau sampai folder; wp-content terhapus, mending mati aja deh. Jadi perbaharui semua folder dan file WordPress kecuali folder; wp-content.

  1. Ekstrak file WordPress terbaru yang pastinya sudah download
  2. Dari folder hasil ekstrak tersebut, hapus folder; wp-content
  3. Setelah folder; wp-content dihapus, kompreslah kembali seluruh folder dan file tadi menjadi sebuah file .zip
  4. Upload file .zip tersebut ke direktori; /public_html atau /htdocs pada hosting blog
  5. Ekstrak file .zip tadi agar hasil ekstrak overwrite semua file yang ada di /public_html atau /htdocs kecuali folder; wp-content
  6. Masuk Wp Admin atau reload blog
  7. Jika proses upgrade lancar, maka akan muncul halaman untuk pemutakhiran database WordPress Anda. Klik tombol Upgrade Database WordPress. Jika upgrade database berhasil maka akan muncul halaman baru, kemudian klik Finish
  8. Selesai sudah upgrade manual WordPress, WordPress sudah update